Halaman

Senin, 18 Maret 2013

DAWUHAN PANGERSA ABAH GAOS QS


……..ini adalah sekelumit ilmu yang diserap oleh saya dalam perjalanan saya sebagai ikhwan TQn ponpes SURYALAYA sampai akhir hayat nanti…tujuannya adalah agar ank istri saya dan generasi saya seterusnya dapat membacanya..karena tidak mudah mendapatkan ilmu Alloh yang begitu Maha Luasnya melalui karomah pangersa Abah Anom.RA dan di teruskan oleh  Bapakku…KH.Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Al Maslul…yang mana semua yang say tulis di sini adalah inti inti dari Ilmu Toriqot yang aku dalami dan laksanakan….

>>>Bahwa..ROSUL SAW..sebelum menerima perintah solat umur 52 tahun dalam isro Miroj ,Rosul mengamalkan Zikir Jahar dan Khofi selama 12 tahun…Iqro Bismirobbika…

>>>Sbelum terjadinya Kiamat maka para Pengamal Zikir TQN di kembalikan ke Alloh terlebih dahulu dan tidak merasakan kiamat…amin ya robbala alamin…

>>>TIDUR ADALAH TEMENNYA MATI……

>>>Pangersa Abah tidak pernah menyuruh untuk Solat tapi menyuruh Zikir setelah Solat…

>>>Solat Hajat dilakukan kapan saja karena Hajat kita banyak kepada Alloh..swt..

>>> Buang semua kabimbang dan kasusah..semua sudah diatur oleh Alloh swt..kalo mau juga
Alloh nu pusing mikiran urang…jeng maraban nana lain urang…

>>> Selalu berserah diri dan dekat/bersandar dengan Pangersa Abah dalam segala hal..karena ingat Abah berarti ingat kepada Alloh swt…jangan banyak tunya tanya kesana kemari tidak akan sampai nantinya ke hadirat Alloh Swt

>>>Dawuhan pangersa Abah Anom RA:Imah anu Geus dipake Manaqiban mah ulah dijual euy….

>>>mending ngadandanan nu aya daripada ngahayal nu can aya…mending ngagedekn nu leutik nu geus aya daripada neangan nu gede nu can aya…mending narimakeun nu saeutik nu ayasupaya ku Alloh di tambah..tambahdan terusss….lain beja…

>>>GURU RUH ITU …ERMIN WUJUD….APA SAJA YANG ADA DIDALAM HATI KITA PASTI AKAN KELUAR DARI BELIAU..ITU PASTI

>>>SELUAS LUAS TAHU BELUM TENTU MENGERTI..SELUAS LUAS MENGERTI BELUM TENTU MERASAKAN..!!!!

>>> SEGALA SESUATU ITU HARUS TERTIB SESUAI DENGAN BIDANGNYA..PETANI JANGAN PERNAH MENINGGALKAN PACULNYA….TENTARA JANGAN MENINGGALKAN SEJATANYA…

>>>BAITIL MA-MUR ADALAH MASJIDNYA PARA MALAIKAT YANG BERADA DIATAS MASJIDIL HAROOM..DIMANA SETIAP MALAIKAT AKAN DITURUNKAN KE KABAH SETIAP TAHUNNYA UNTUK MENGHAJIKAN 70.000 JAMAAH  HAJI SELURUH DUNIA DAN TUGAS MALAIKAT TERSEBUT ADALAH MENGHAJIKAN UMAT MUSLIM YANG TIDAK MEMILIKI UANG  UNTUK UMROH DAN HAJI TAPI HATINYA SUDAH TERBANG KE MAKKAH…

>>>DAWUHAN PANGERSA ABAH qs..kalo mau ngaji inget abah atuh…( pangersa Bapak:ingat itu sampai,,,)

>>>KHUSU ITU DIMANA MANA…..tidak mungkin bisa khusu bila solat hanya 2 menit sedang diluar solat tidak khusu (dawuhan pangersa Abah qs…)

>>>Menyebut nama Muhammad (MiM ) sama dengan menyebut 124.000 nama nabi sebelum Nabi Muhammad…

>>>Sifat ALLOH SWT itu ada 12 yang terdapat di LAA ILLAHA ILLOLLOH…

>>>pANGERSA ABAH adalah kunci pembuka ROHMAT BAGI MURIDNYA DARI ALLOH SWT…

>>>Nabi Adam membaca sholawat sebagai emas kawinnya 100 kali dihadapan Alloh SWT
dengan satu kali napas  tetapi tidak bisa hanya sanggup 50 kali dengan saksi ROSULULLOH SAW..

>>>manusia mempunyai 360 sendi dalam dirinya…

>>>Pangersa Abah:”’JUNG..MUGI JADI HAJI  MABRUR BISA BALIK KALEMBUR….!!(diucapkan saat ada ikhwan memohon doa pangersa Abah )

>>>”’BARANG SIAPA YANG SELALU SIBUK INGAT KEPADA-KU MAKA AKU LEBIH MENGUTAMAKAN MEREKA DARIPADA YANG SUKA MINTA MINTA PADAKU YANG LUPA KEPADA ALLOH SWT ..

>>>SHODAQOH UNTUK MENYEMBUHKAN PENYAKIT MENGHINDARI PENYAKIT…KALO MASUK SEGEDE JEMPOL MAKA KELUARNYA JUGA SEGEDE JEMPOL…

>>>Rosululloh SAW sebelum mendapat perintah sholat beliau MELAKSANAKAN ZIKIR JAHAR DAN KHOFI SELAMA 12 TAHUN…

>>>Robithoh:…Robithoh itu  bukan membayangkan muka guru dalam setiap gerak gerik kita…Robithoh yang sebenarnya adalah dimana saja kita ingat itu adalah robithoh yang sesungguhnya…Robithoh kepada Guru Agung sama dengan Robithoh kepada Para pendahulu TQN Suryalaya …dan sampai kepada ROSULULLOH SAW……..alhamdulilah..

>>>>Dawuhan Pangersa Abah Sepuh setelah beres melihat Pangersa Abah Anom ra berkholwat tidak tidur selama 3,5 tahun :Ulama ulama akan tumbang,,raja raja akan bertekuk lutut,,dan malaysia sudah di genggam maka dunia akan di raih…..oleh TQN ponpes SURYALAYA….

>>>>dawuhan pangersa Abah ra…cirikeun euy GOLKAR BAKAL JADI GOLKIR ( golongan berzikir )
 
>>>>DAWUHAN PANGERSA ABAH GAOS .SM:PANGERSA ABAH ANOM QS TIDAK MENURUNKAN KHIRQOH KE MURSYIDAN KEPADA WAKIL TALQIN….

Habib Luthfi: Jauh dari Ulama, Jauh dari Berkah

 


Habib Luthfi: Jauh dari Ulama, Jauh dari Berkah
Rais Am Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Muktabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Habib Luthfi bin Ali bin Yahya mengungkapkan, Allah SWT akan mengangkat berkah dari suatu kaum jika mereka telah menjauhi ulama.
Demikian diungkapkannya dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Syekh Abu Bakar, Auliya, Habaib, Sesepuh dan Ulama se-kabupaten Jepara bertempat di pendopo kabupaten Jepara, Sabtu (16/3) malam lalu.
 
Menurutnya, bangsa ini sudah tidak lagi menghargai jasa-jasa salafus sholihin. Ia menjelaskan sosok salafus sholihin tidak akan menjual harga dirinya dengan apapun. Alih-alih jika mereka berdakwah dan kebetulan memiliki hasil pertanian maka sebagiannya akan diberikan kepada umat.
Habib asal Pekalongan itu melanjutkan ulama terdahulu memberikan uswatun hasanah, suri tauladan yang baik. Tidak seperti saat ini, ada golongan yang mengaku-ngaku bersih tetapi tidak bisa memberikan uswah, teladan.
 
“Meski kita geram tetapi kita sebagai umat Islam sebenarnya kena imbas kelompok yang mengaku-ngaku bersih tetapi nyatanya malah sebaliknya,” sindir Habib kepada kelompok yang belum lama ini terjerat kasus korupsi.
 
Kemudian dirinya mengajak ribuan yang hadir agar sebagai bangsa mau menghargai bangsa sendiri. Jika tidak bangsa lain akan menginjak-injak martabat bangsa. “Seharusnya kita malu dengan pahlawan-pahlawan kita, ulama terdahulu kita,” tambahnya.
 
Karenanya, Habib Luthfi mengajak kepada hadirin agar mempertahankan mendekat dengan ulama. Dengan itu, lanjutnya berkah Allah SWT akan senantiasa mengucur tiada henti-hentinya.

Minggu, 17 Maret 2013

IPNU-IPPNU Jateng Punya Pemimpin Baru

IPNU-IPPNU Jateng Punya Pemimpin Baru

Mantan Ketua Pengurus Cabang IPNU Kabupaten Cilacap, Amir Mustofa Zuhdi, kini memimpin Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Tengah masa khidmat 2012-2015.
Amir terpilih setelah mengungguli Fathoni dalam proses pemilihan ketua pada acara Kongres Wilayah (Konferwil) ke-XIV IPNU Jateng yang diselenggarakan,  9-12 Maret lalu, di Pusdiklat PCNU Cilacap.

Hal tersebut disampaikan Ketua PC IPNU Solo, Achmad Khabibi, saat ditemui NU Online, Ahad (17/3) pagi. Khabibi yang datang ke acara tersebut akhir pekan lalu mengatakan bahwa proses pemilihan berlangsung selama dua kali.

“Pada pemilihan tahap kedua Zuhdi mendapatkan 22, sedangkan pesaing terdekatnya, Fathoni mendapat 14 suara,” ujar Khabibi.

Sementara itu, di acara yang sama, PW IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama), juga memilih ketua baru. Umi Sangadah dari PC IPPNU Kebumen, terpilih sebagai ketua baru PW IPPNU Jateng masa khidmat 2012-2015 dalam acara Konferwil PW IPPNU Jateng ke-XIII.

Acara pemilihan yang berlangsung hanya sehari itu berjalan dengan tertib. Konferwil tersebut dihadiri 35 cabang dari total 36 cabang se-Jawa Tengah.

Konferwil IPNU-IPPNU Jateng tersebut, juga diselenggarakan berbagai acara pendukung diantaranya Seminar Nasional dan Seminar Regional. Seminar Nasional yang mengambil tema tentang “Pendidikan Karakter dan Upaya Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar” menghadirkan Tokoh Nasional seperti Mendikbud Muhammad Nuh dan Ketum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

IPNU Harus Peka Terhadap Masalah Pelajar

IPNU Harus Peka Terhadap Masalah Pelajar
 
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) diminta dapat menjadi contoh bagi pelajar lain dalam pendidikan berkarakter. Sebagai pelajar yang dididik di lingkungan Nahdlatul Ulama, IPNU tentu diharapkan memiliki pemahaman keagamaan yang lebih baik dibanding pelajar lain.
 
Demikian diungkapkan Staf Ahli Bidang Kesra Bupati Padangpariaman Yuniswan ketika membuka Latihan Kader Muda (Lakmud) IPNU Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (16/3/2013) di Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat.
Menurut Yuniswan, IPNU harus peka terhadap masalah-masalah yang dihadapi pelajar saat ini.
“Terkait dengan wacana pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan berkarakter, IPNU hendaknya bisa jadi mitra Pemkab Padangpariaman.  IPNU diharapkan mampu menjadi pelajar yang tidak terlibat narkoba, tawuran dan tetap menjaga moral,” kata Yuniswan.
 
Ketua PCNU Padangpariaman Abdul Hadi menambahkan, menyambut baik Lakmud IPNU ini. IPNU sebagai kader NU harus disiapkan sejak dini dari tingkat pelajar. Jika sudah berproses berorganisasi sejak masih pelajar, tentu diharapkan bisa jadi pemimpin kelak di kemudian hari.
 
“Diantara upaya menyiapkan pemimpin masa depan tersebut adalah dengan melalui pelatihan kader dan pelatihan kepemimpinan. Untuk itu, semua peserta Lakmud harus mengikuti seluruh rangkaian acara. Jangan sampai ada yang pulang sebelum acara ditutup,” kata Abdul Hadi menambahkan.
 
Ketua PC IPNU Padangpariaman Ilham Sikumbang menyebutkan, Lakmud berlangsung dua hari (Sabtu/Ahad, 16-17/3/2013), diikuti 25 peserta dari berbagai santri pondok pesantren di Padangpariaman.
“Tampil sebagai pemateri antara lain Wakil Sekretaris PWNU Sumbar Armaidi Tanjung, Ketua PCNU
Padangpariaman Abdul Hadi, Wakil Ketua PW GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiaman, PW IPNU Sumbar dan PC IPNU Padangpariaman sendiri,” kata Ilham Sikumbang.
 
Ditambahkan, Lakmud sebagai forum pengkaderan IPNU akan terus  dilaksanakan IPNU Padangpariaman. Apalagi sebagai kader anak bangsa, IPNU tentu harus mempersiapkan dirinya sebagai pemimpin  di masa mendatang.

Tiga Hal yang Tidak Boleh Terkena Najis

Tiga Hal yang Tidak Boleh Terkena Najis
Suci adalah syarat mutlaq dalam beribadah. Karena ibadah merupakan media komunikasi seorang hamba dengan Allah swt yang Maha Suci. Bukankah Yang Suci senang sekali dengan yang suci juga? Oleh karena itu Rasulullah saw memeritnahkan untuk segera membersihkan tiga hal di bawah ini dari najis.
Pertama adalah badan. Badan atau jasad seorang tidak boleh berlama-lama terkena najis. Karena hal ini bisa merusak kesehatan sekaligus mengundang penyakit. Dan yang lebih penting lagi, najis di badan akan menghalangi seseorang mendekati Yang Maha Suci. Begitulah anjuran Rasulullah saw untuk menghindari najis dan menghilangkannya secapat mungkin dari badan.

أنه أمر بغسل الذى من البدن وغسل النجاسات من المخرجين

Sesungguhnya Rasulullah saw. memerintah untuk membersihkan badan dan najis yang keluar dari dua jalan itu (qubul dan dubur)

Kedua adalah pakaian. Pakaian menjadi hal terpenting setelah badan untuk dihindarkan dari najis. Mengingat pakaian yang najis tidak dapat digunakan untuk beribadah dan juga akan mengurangi aura pemakainya. Bayangkankan saja jika jas atau kemeja kita terkena kotoran cicak, bukankah baunya juga tak sedap?

Pentingnya kebersihan pakaian ini disampaikan hingga Allah swt memerintahkan langsung kepada Rasulullah saw dalam wahyu yang keduaوثيابك فطهر “dan bersihkanlah pakaianmu”. Wajar saja karena sebagai agama yang baru saat itu, Islam harus hadir dengan karakter baru yang membedakan diri dari tradisi bangsa Arab selama itu. hal ini dapat diartikan bahwa Islam juga memperhatikan penampilan sebagai sesuatu modal ber’muasyarah dengan komunitas lain.

Begitu pula yang diajarkan Rasulullah saw kepada umatnya. Dalam sebuah hadits dengan jelas Rasulullah memerintahkan Siti Aisyah untuk mengerok /membersihkan kainnya dari darah haidh dan juga menyiram pakaian yang terkena kencing bayi.

Hal ketiga yang harus segera dibersihkan ketika terkena najis adalah tempat shalat khususnya Masjid. Masjid secara bahasa merupakan tempat bersujud. Ruang mulia pertemuan hamba dengan Tuhannya. Oleh karena itu masjid harus senantiasa suci. Apalagi jika menghitung bahwa masjid adalah simbol kebesaran umat Islam, maka masjid harus selalu tampil suci dan meyakinkan.

Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa Rasulullah saw pernah memerintahkan sahabat untuk segera menyiram masjid sudah terlanjur terkena kencing orang badui. Dengan kata lain masjid tidak boleh terkesan jorok bahkan boleh ada bau pesing di sekitar masjid.

Demikianlah tiga hal yang harus dijaga dari najis sebagaimana diutarakan oleh Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid.

Kamis, 14 Maret 2013

Menjadi Santri

Menjadi Santri

Bila semua orang menjadi santri, tentunya dunia ini aman sentosa. Tunggu dulu, jangan membayangkan dunia ini penuh dengan orang yang memakai sarung dan kopyah (peci). Merujuk guru saya..Santri itu adalah tiga pokok nilai yang dipegang teguh oleh seorang manusia (insan). Santri atau Insan (bahasa Arab) dan Tri ( tiga) (bahasa Sansekerta) atau seorang manusia yang mempunyai tiga nilai pokok.
Apakah nilai pokok yang tiga itu..yaitu; BERBAKTI KEPADA ALLOH, BERBAKTI KEPADA SESAMA MANUSIA dan BERBAKTI KEPADA ALAM SEMESTA. Berbakti kepada Alloh adalah pelaksanaan nilai keimanan, patuh kepada Tuhannya alam semesta dan seisinya. (Hablumminalloh)
Berbakti kepada manusia adalah menjaga hubungan saling menghormati antar sesama manusia baik seiman atau tidak seiman. Semua menjaga ukhuwah kemanusian dengan kesadaran bahwa semua manusia adalah makhluk tuhan yang mendiami dunia ini bersama dan hidup berdampingan. (Hablumminannas)
Berbakti kepada alam semesta adalah menjaga kelangsungan ekosistem yang ada di muka bumi. Tidak merusak alam dan lingkungan. Tidak mencemari dan tidak mengekploitasi secara berlebihan. (Tidak membuat kerusakan di muka bumi).
Bila kebanyakan orang menjadi atau berusaha meraih tiga nilai pokok itu, tentunya terwujudlah negeri yang aman, adil dan makmur dan tetap dalam penjagaan Alloh Tuhan Semasta Alam Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang….”Robbij’al hadza baladan aminna, warzuq ‘ahlahu minnasysyamarot man amana minhum billahi wal yaumil akhir” itulah doa nabi Ibrohim as. untuk negerinya. Mari kita berdoa kepada Alloh untuk negeri kita…

BERTANYALAH PADA HATIMU

BERTANYALAH PADA HATIMU

Kadang kala, akal kepala sudah tidak bisa lagi menemukan jawaban dari berbagai persoalan. Pusing. Buntu. Bebal. Bodoh. Banyak istilah untuk menyebutnya. Lalu kita tidak tahu harus bagaimana. Blank!

Mari kita ingat: Iqro bismirobikalladzi kholaq, kholaqol insana min alaq. Iqro warobbukal akrom. Aladzi alamal bil qolam. Alamal insana maa lam ya' lam.

Samar-samar kita menggapai kesadaran. "Bacalah dengan nama Allah yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dengan kebaikan Allah. Yang mengajari ilmu dengan perantaraan kalam. Mengajari manusia apa-apa yang tidak diketahuinya."

Nabi besar Muhammad Saw, bersabda, "Ada segumpal darah, apabila baik maka baiklah keseluruhannya. Apabila rusak, rusaklah semuanya. Dia adalah Qolbun (hati).

Segumpal darah mempunyai makna yang begitu besar. Dengan dia manusia diciptakan dan dinilai. Dengannya manusia dibekali. Dia disebut baitullah, rumah Allah. "Qolbul muslim baitullah", begitu kata yang sudah sering kita dengar.

Hati. Ya, segumpal darah itu menurut ilmu agama, terletak di dalam dada di bawah susu sebelah kiri. Kalau bahasa jasmani atau organ tubuh dialah jantung. Tetapi bukan itu. Ini adalah bahasa ruhani. Hati itu menjadi inti dari jantung, dia adalah kesadaran roh yang mengendalikan hidup kita, yang menurut ahli bijak bersemayam pada segumpal darah hitam di dalam jantung jasmani.

Dia adalah tempat Allah dan para malaikatnya singgah. Keagungan manusia terletak di sana. Hati. Tempat yang sangat luas. Mampu menampung apa saja yang menjadi isi dunia. Dia merupakan pintu pengetahuan rahasia.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghozali menulis sebuah hadis dari Nabi Muhammad Saw, jika saja hati manusia itu bersih dari syaithon, niscaya dia akan bisa melihat rahasia langit. Nah, itulah hati yang menjadi bahasan ilmu rohani, bukan jasmani. Hati merupakan pintu yang menghadap ke akhirat juga menghadap ke dunia. Tempat Allah menurunkan ilmu (ilham). Tempat malaikat mampir.

Jika akal yang sibuk sudah mentok, buntu, bodoh, bebal, tidak tahu. Mari...kita bersihkan hati kita dari hingar-bingar dunia. Bersihkan dari segala kotoran nafsu. Usirlah Kalbun (anjing) yang bercokol di dalamnya. Jadikan dia benar-benar bersih, sehingga layak disebut baitullah. Maqomnya malaikat ketika mampir.

Jika sudah mencapai keadaan tenang...terdengarlah seruan...irji'i ila robbiki...kembalilah kepada tuhanmu. Maka, kita tidak akan menemukan kebuntuan jalan. Karena, insya Allah, tidak ada jalan buntu di sana. Dan sudah saatnya kita dengarkan kata hati kita, sebagai jawaban dari kebuntual akal jasmani kita. Wassalam...